Pengetahuan
Rafik Haroune | Zakah.com·11 Juni 2026

Zakat atas Properti Sewa dan Penghasilan Properti (2026)

Jika Anda memiliki properti sewaan, Anda tidak wajib membayar zakat atas properti itu sendiri. Anda wajib membayar zakat atas penghasilan yang dihasilkannya. Kebanyakan pemilik properti cenderung membayar zakat lebih dari yang seharusnya dengan memasukkan nilai pasar properti, atau justru kurang membayar karena tidak memperhitungkan penghasilan yang sudah ada di rekening mereka.

Jika Anda memiliki properti sewaan, Anda tidak wajib membayar zakat atas properti tersebut.

Anda wajib membayar zakat atas pendapatan yang dihasilkannya.

Ini adalah salah satu aspek perhitungan zakat yang paling sering disalahpahami. Pemilik properti sering kali membayar zakat berlebihan dengan menganggap nilai pasar properti sebagai harta yang wajib dizakati, atau justru menghitungnya kurang karena tidak memasukkan pendapatan sewa yang sudah ada di rekening bank mereka. Kedua kesalahan tersebut berasal dari akar masalah yang sama: ketidakmampuan untuk membedakan antara aset produktif dan pendapatan yang dihasilkannya.

Perbedaan Operasional

Tradisi hukum Islam selalu membedakan antara dua jenis harta.

Modal produktif adalah sarana yang menghasilkan keuntungan. Sebuah pabrik. Sebuah bengkel. Sebuah unit sewa. Inilah sarana yang digunakan untuk menciptakan kekayaan. Mereka adalah tidak wajib disumbangkan.

Kekayaan yang beredar adalah hasil yang dihasilkan dari modal tersebut. Uang tunai. Persediaan. Piutang. Inilah kekayaan yang berputar, berkembang, dan terkumpul. Inilah dapat disumbangkan.

Seorang pembuat sepatu membayar zakat atas sepatu yang ia jual. Bukan atas palu, landasan tempa, dan bengkel yang digunakan untuk membuatnya. Palu itu merupakan modal produktif. Sepatu-sepatu itu merupakan kekayaan yang beredar.

Dalam konteks properti sewaan: rumah, kondominium, atau apartemen yang Anda sewakan kepada penyewa merupakan modal produktif. Pendapatan sewa yang Anda peroleh merupakan kekayaan yang berputar. Nilai pasar properti tersebut tidak pernah diperhitungkan.

Pandangan ini berlaku di seluruh empat mazhab fiqih Sunni. Hal ini tidak menjadi bahan perdebatan.

Harta Apa Saja yang Wajib Dizakati

Anda wajib membayar zakat atas pendapatan sewa yang telah Anda terima dan masih berada di tangan Anda pada tanggal wajib zakat Anda.

Bukan pendapatan yang diperkirakan. Bukan uang sewa di masa depan. Bukan uang sewa yang menjadi hak Anda tetapi belum Anda terima. Hanya uang yang benar-benar sudah masuk ke rekening Anda dan masih ada di sana.

Jika pendapatan sewa Anda masuk ke rekening giro atau tabungan yang sama dengan tempat Anda menyimpan uang lainnya, pendapatan tersebut sudah dihitung sebagai bagian dari saldo kas Anda. Anda tidak perlu menambahkannya lagi.

Jika pendapatan sewa Anda disimpan di sebuah rekening khusus terpisah jika jumlah tersebut tidak tercakup di bagian lain dalam perhitungan Anda, maka masukkan jumlah tersebut secara terpisah.

Prinsipnya: pendapatan sewa tercatat tepat sekali dalam total kekayaan Anda yang wajib disisihkan untuk zakat, terlepas dari rekening mana yang mencatatnya.

Perhitungan

Seorang pemilik properti yang memiliki tiga unit sewa dengan nilai total $595.000 telah tidak ada kewajiban zakat dihitung berdasarkan angka $595.000 itu. Tidak ada satupun yang dimasukkan ke dalam perhitungan.

Kewajiban tersebut, apabila timbul, dihitung berdasarkan total pendapatan sewa yang diterima selama tahun zakat, dikurangi biaya dan kewajiban yang terkait dengan properti-properti tersebut.

Contoh 1: Penghasilan cukup untuk membayar cicilan rumah

Anda memiliki properti sewaan yang menghasilkan $2.000 per bulan. Cicilan hipotek untuk tempat tinggal pribadi Anda sebesar $2.000 per bulan. Pendapatan sewa masuk ke rekening Anda, sementara cicilan hipotek keluar. Sisa bersih dari pendapatan sewa: $0. Tidak ada harta yang terkait dengan properti ini yang harus dihitung saat wajib membayar zakat.

Contoh 2: Pendapatan lebih kecil daripada kewajiban

Properti sewaan Anda menghasilkan $1.500 per bulan, tetapi cicilan hipotek, pajak properti, dan biaya pemeliharaannya mencapai $1.800 per bulan. Properti tersebut mengalami kerugian. Tidak ada penghasilan dari properti ini yang perlu diperhitungkan saat membayar zakat.

Contoh 3: Pendapatan melebihi kewajiban

Properti sewaan Anda menghasilkan $2.200 per bulan. Total cicilan hipotek dan biaya Anda sebesar $1.600 per bulan. Dengan demikian, tersisa $600 per bulan yang masuk ke rekening Anda. Selama 12 bulan, itu berarti $7.200 sebagai pendapatan sewa bersih. Sejauh $7.200 tersebut masih tersisa dalam bentuk uang tunai atau setara kas pada tanggal wajib zakat Anda, maka jumlah tersebut wajib dizakati sebagai bagian dari total harta Anda.

Jangan Menghitung Ganda

Ini adalah kesalahan yang umum terjadi, terutama pada portofolio yang kompleks.

Jika pendapatan sewa Anda telah ditransfer ke rekening giro atau tabungan yang Anda sudah menghitung Dalam perhitungan zakat Anda, jangan memasukkannya lagi sebagai baris penghasilan sewa terpisah. Dana yang sama akan tercatat dua kali.

Sebelum menyelesaikan perhitungan, tanyakan pada diri Anda sendiri: Di mana sebenarnya uang itu disimpan?

Pendapatan sewa yang digabungkan ke dalam rekening bersama dengan tabungan lainnya dihitung sekali bersama tabungan tersebut. Pendapatan sewa yang disimpan dalam rekening khusus dihitung sekali dalam kategori pendapatan sewa. Bagaimanapun caranya, jumlahnya hanya tercatat sekali.

Bagaimana dengan Uang Sewa di Muka?

Jika seorang penyewa membayar sewa untuk beberapa bulan atau tahun di muka, para ahli memiliki pendapat yang berbeda mengenai apakah Anda langsung memiliki seluruh jumlah tersebut atau hanya setelah setiap periode sewa berakhir.

Dalam praktiknya, pendekatan ini lebih menguntungkan: jika seorang penyewa membayar sewa 12 bulan di muka dan Anda dapat menggunakan uang tersebut secara bebas mulai hari ini, anggaplah uang tersebut sebagai milik Anda sejak saat Anda menerimanya. Uang tersebut masuk ke dalam aset yang wajib disisihkan untuk zakat pada tahun penerimaannya.

Jika Anda khawatir mengenai kemungkinan pengembalian uang (misalnya, penyewa melanggar perjanjian sewa dan berhak atas pengembalian sebagian uang), Anda dapat mengambil pendekatan yang lebih hati-hati dengan hanya menghitung bagian yang sesuai dengan periode sewa yang telah berjalan.

Bagi pemilik properti yang memungut sewa setiap bulan, pertanyaan ini tidak memiliki implikasi praktis. Pembayaran setiap bulan diterima secara penuh dan langsung menjadi milik mereka.

Bagaimana dengan properti yang Anda beli untuk dijual kembali?

Jika Anda telah membeli sebuah properti dengan tujuan untuk menjualnya kembali demi mendapatkan keuntungan, properti tersebut adalah tidak modal produktif. Itu adalah persediaan dagang.

Stok dagang wajib disumbangkan zakat sesuai dengan nilai pasar penuhnya pada tanggal wajib zakat Anda.

Perbedaan tersebut sepenuhnya bergantung pada niat Anda:

  • Dibeli untuk disewakan dan memperoleh penghasilan: modal produktif. Bayarlah zakat hanya atas penghasilan sewa saja.
  • Dibeli untuk disimpan dan dijual kembali dengan harga lebih tinggi: persediaan dagang. Bayarlah zakat berdasarkan nilai pasar terkini dari properti tersebut.

Jika awalnya Anda membeli properti tersebut untuk disewakan tetapi kemudian memutuskan untuk menjualnya, klasifikasinya berubah pada saat niat Anda berubah. Mulai saat itu, properti tersebut dinilai berdasarkan nilai pasar.

Beberapa Properti

Caranya sama, berapa pun jumlah unit yang Anda miliki. Untuk setiap properti:

  1. Hitunglah pendapatan sewa bersih yang diterima sepanjang tahun (pendapatan dikurangi biaya dan angsuran hipotek)
  2. Tentukan besaran penghasilan bersih Anda pada tanggal wajib zakat
  3. Masukkan jumlah tersebut sekali dalam total aset yang dapat dikenai zakat

Jumlahkan nilai bersih dari semua properti. Gabungkan dengan harta lain yang wajib dizakati (uang tunai, investasi, emas, dll.). Kurangi utang-utang yang harus segera dilunasi. Jika jumlahnya mencapai atau melebihi nisab, bayarlah 2,5%.

Nilai pasar properti-properti tersebut sama sekali tidak muncul dalam perhitungan.

Pikiran Terakhir

Zakat atas properti sewaan sebenarnya lebih sederhana daripada yang dibayangkan orang.

Harta itu adalah alat. Anda tidak wajib membayar zakat atas alat-alat tersebut. Anda wajib membayar zakat atas hasil yang dihasilkan oleh alat-alat tersebut.

Catat pendapatan sewa Anda. Ketahui jumlahnya. Hitung sekali saja.

Hitung zakat Anda sekarang